Standar Editorial WartaLink
Kebijakan Koreksi
WartaLink berkomitmen menjaga akurasi pemberitaan dan melakukan koreksi secara bertanggung jawab apabila ditemukan kesalahan faktual atau informasi baru yang secara material mengubah isi berita.
1. Komitmen terhadap Akurasi
WartaLink berupaya memeriksa informasi sebelum publikasi melalui penelusuran sumber, verifikasi silang, dan pemeriksaan konteks. Meskipun demikian, kesalahan tetap mungkin terjadi.
Jika ditemukan kekeliruan yang dapat memengaruhi pemahaman pembaca, WartaLink akan melakukan koreksi, pembaruan, atau klarifikasi sesuai dengan sifat kesalahan yang ditemukan.
2. Jenis Perubahan
Koreksi
Koreksi dilakukan apabila terdapat kesalahan faktual, seperti nama, jabatan, lokasi, tanggal, angka, kutipan, identitas sumber, atau informasi lain yang terbukti tidak tepat.
Pembaruan
Pembaruan dilakukan ketika terdapat informasi baru yang relevan, terutama pada peristiwa yang masih berkembang seperti bencana, kebijakan publik, konflik, proses hukum, atau kejadian lain yang datanya dapat berubah.
Klarifikasi
Klarifikasi dapat dilakukan apabila suatu bagian artikel memerlukan penjelasan tambahan untuk mencegah kesalahpahaman, meskipun informasi awal tidak sepenuhnya salah.
3. Kesalahan yang Memerlukan Koreksi
Koreksi dapat dilakukan antara lain terhadap:
- nama atau identitas pihak yang keliru;
- jabatan atau afiliasi yang tidak tepat;
- tanggal atau lokasi kejadian;
- angka, statistik, atau data;
- kutipan yang tidak sesuai konteks;
- sumber yang salah atau tidak sesuai;
- judul yang tidak mencerminkan isi artikel;
- informasi yang kemudian terbukti tidak akurat.
4. Koreksi terhadap Informasi yang Berkembang
Pada berita yang berkembang cepat, perubahan angka atau informasi tidak selalu berarti bahwa laporan sebelumnya salah. Data resmi dapat berubah ketika lembaga terkait memperoleh informasi baru.
Dalam keadaan tersebut, WartaLink berupaya membedakan antara kesalahan faktual dan pembaruan informasi berdasarkan waktu. Artikel dapat diperbarui dengan mencantumkan konteks waktu agar pembaca memahami perubahan tersebut.
5. Transparansi Perubahan
Untuk koreksi atau perubahan yang bersifat material, WartaLink dapat menambahkan catatan koreksi atau pembaruan pada artikel agar pembaca mengetahui bahwa isi berita telah diperbaiki atau diperbarui.
Perubahan kecil yang tidak mengubah substansi, seperti perbaikan ejaan, tanda baca, atau kesalahan tipografi sederhana, dapat dilakukan tanpa catatan koreksi khusus.
6. Hak Jawab dan Klarifikasi
Pihak yang disebut atau berkaitan langsung dengan suatu pemberitaan dapat mengajukan klarifikasi, hak jawab, atau bukti tambahan apabila menilai terdapat informasi yang tidak tepat atau memerlukan konteks tambahan.
Setiap permintaan akan ditelaah berdasarkan bukti dan relevansinya terhadap isi pemberitaan. Pengajuan hak jawab tidak secara otomatis menyebabkan artikel dihapus atau diubah apabila informasi yang diterbitkan tetap didukung oleh bukti yang memadai.
7. Penghapusan Artikel
WartaLink tidak secara otomatis menghapus artikel hanya karena terdapat permintaan dari pihak tertentu. Penghapusan dapat dipertimbangkan dalam keadaan khusus, misalnya apabila terdapat persoalan hukum yang sah, pelanggaran hak cipta yang terbukti, risiko keamanan yang serius, atau kesalahan fundamental yang membuat artikel tidak lagi dapat dipertahankan.
Jika persoalan dapat diperbaiki melalui koreksi, pembaruan, atau klarifikasi, langkah tersebut lebih diutamakan daripada penghapusan keseluruhan artikel.
8. Cara Mengajukan Koreksi
Pembaca dapat menyampaikan permintaan koreksi, klarifikasi, atau hak jawab melalui halaman Kontak WartaLink atau melalui email info@wartalink.com.
Agar dapat ditinjau secara efektif, sertakan:
- judul atau tautan artikel yang dimaksud;
- bagian informasi yang dinilai tidak tepat;
- penjelasan mengenai koreksi yang diminta;
- bukti, dokumen, atau sumber pendukung apabila tersedia.
9. Proses Peninjauan
Redaksi akan menilai setiap laporan koreksi berdasarkan bukti yang tersedia. Apabila diperlukan, WartaLink dapat melakukan verifikasi tambahan kepada sumber primer atau sumber independen sebelum menentukan apakah artikel perlu dikoreksi atau diperbarui.
Keputusan editorial didasarkan pada akurasi dan kekuatan bukti, bukan semata-mata pada adanya keberatan dari suatu pihak.
10. Hubungan dengan Metodologi Verifikasi
Kebijakan koreksi merupakan bagian dari sistem verifikasi WartaLink. Penjelasan mengenai cara WartaLink menilai sumber dan status informasi dapat dibaca pada Metodologi Verifikasi.
Komitmen WartaLink
Koreksi bukan sekadar perubahan teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab terhadap pembaca. WartaLink berupaya memperbaiki kesalahan secara terbuka dan mempertahankan catatan publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
WartaLink.com — Terverifikasi. Faktual. Bermakna.