JAKARTA — Penerbit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerbitkan buku Pengelolaan Akuakultur Berkelanjutan di Indonesia: Inovasi dan Teknologi Terkini pada 1 September 2026.
Berdasarkan metadata resmi Penerbit BRIN, buku tersebut dieditori oleh Riesti Triyanti dari Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN serta Luthfi Mathar dari Universitas Papua.
Buku ini menempatkan pengembangan akuakultur tidak hanya sebagai persoalan peningkatan produksi perikanan, tetapi juga sebagai persoalan keberlanjutan yang melibatkan dimensi lingkungan, ekonomi, sosial, dan teknologi.
Dalam sinopsis resminya, buku tersebut menjelaskan bahwa transformasi akuakultur berkelanjutan di Indonesia perlu menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari degradasi lingkungan dan keterbatasan teknologi hingga tekanan pasar global.
Pembahasannya disusun dalam delapan bab tematik dengan memadukan kajian akademik dan praktik lapangan.
Dari RAS hingga Probiotik
Salah satu teknologi yang dibahas adalah Recirculating Aquaculture System atau RAS.
Secara umum, sistem ini menggunakan kembali air dalam proses budidaya setelah melalui pengolahan tertentu sehingga pengelolaan kualitas air dapat dilakukan secara lebih terkontrol.
Buku tersebut juga memasukkan pembahasan mengenai penggunaan prebiotik dan probiotik dalam budidaya.
Topik lain yang menjadi perhatian adalah akuakultur multitrofik terpadu. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pengembangan sistem budidaya yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan.
Namun, Warta tidak menafsirkan keberadaan teknologi-teknologi tersebut sebagai bukti bahwa satu teknologi tertentu merupakan solusi tunggal bagi seluruh persoalan akuakultur Indonesia. Efektivitas penerapan teknologi budidaya tetap bergantung pada spesies, lingkungan, skala usaha, kemampuan pengelolaan, dan kondisi setempat.
Akuakultur Bertemu Transformasi Digital
Menariknya, pembahasan buku tidak berhenti pada aspek produksi.
Penerbit BRIN menyebut integrasi e-commerce dalam pemasaran produk sebagai salah satu topik strategis yang dibahas.
Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi akuakultur juga dapat dilihat melalui hubungan antara proses produksi, teknologi, pengelolaan lingkungan, dan akses pasar.
Dalam konteks yang lebih luas, pendekatan tersebut sejalan dengan berkembangnya perhatian terhadap ekonomi biru dan pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Buku ini menggunakan tiga kata kunci utama dalam metadata publikasinya, yaitu “akuakultur”, “inovasi teknologi”, dan “ekonomi biru”.
Ditujukan sebagai Referensi Akademik dan Praktis
Penerbit BRIN menyatakan buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, serta pelaku usaha.
Karakter tersebut membuat publikasi ini relevan tidak hanya bagi bidang perikanan dan akuakultur, tetapi juga bagi penelitian mengenai ekonomi biru, inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan usaha perikanan.
Daftar referensi yang dicantumkan Penerbit BRIN menunjukkan buku menggunakan beragam sumber akademik dan institusional, termasuk artikel jurnal, buku ilmiah, dokumen pemerintah, serta publikasi mengenai genetika, budidaya ikan, pengelolaan lingkungan, dan teknologi akuakultur.
Karena itu, buku ini lebih tepat diposisikan sebagai publikasi ilmiah/referensi mengenai berbagai pendekatan menuju akuakultur berkelanjutan, bukan sebagai pengumuman bahwa satu model teknologi tertentu telah ditetapkan pemerintah sebagai standar nasional.
Diterbitkan dengan Lisensi Creative Commons
Metadata resmi Penerbit BRIN mencantumkan buku ini sebagai publikasi National Research and Innovation Agency tahun 2026.
Buku juga diterbitkan menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International atau CC BY-NC-SA 4.0.
Lisensi tersebut memungkinkan penggunaan dan adaptasi karya sesuai ketentuan lisensi, termasuk kewajiban atribusi, penggunaan nonkomersial, dan pendistribusian karya turunan menggunakan lisensi yang sesuai.
Kehadiran publikasi ini menambah sumber referensi mengenai pengembangan akuakultur Indonesia yang menghubungkan dimensi teknologi dengan keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Status Verifikasi Warta: TERKONFIRMASI
Keberadaan buku, judul, editor, institusi editor, tanggal publikasi 1 September 2026, pokok pembahasan, delapan bab tematik, serta status lisensi dapat diperiksa langsung melalui katalog dan metadata resmi Penerbit BRIN.
Warta tidak memperluas isi buku menjadi klaim mengenai keberhasilan teknologi tertentu atau kebijakan pemerintah yang tidak dinyatakan dalam sumber primer.