Pemerintah menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun. Target tersebut meningkat dari realisasi Harbolnas 2025 yang tercatat sebesar Rp36,4 triliun.

Target itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Harbolnas tahun ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari pada 10–16 Desember 2026.

Target meningkat sekitar 10 persen

Pemerintah menargetkan transaksi Harbolnas 2026 meningkat sekitar 10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Realisasi Harbolnas 2025 sebesar Rp36,4 triliun sebelumnya telah meningkat 17 persen dibandingkan transaksi Harbolnas 2024 yang mencapai Rp31,2 triliun.

Data pemerintah menunjukkan produk lokal memberikan kontribusi penting terhadap capaian tersebut. Dari total transaksi Harbolnas 2025, sekitar Rp16,6 triliun berasal dari penjualan produk lokal.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kategori produk lokal yang banyak diminati pada penyelenggaraan sebelumnya antara lain fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman.

Cakupan Harbolnas diperluas

Penyelenggaraan Harbolnas 2026 tidak hanya diarahkan pada promosi barang melalui marketplace.

Pemerintah menyatakan cakupan kegiatan tahun ini diperluas dengan melibatkan berbagai layanan dalam ekosistem digital, termasuk online travel agent, ride-hailing, social commerce, serta platform perdagangan dan layanan digital lainnya.

Perluasan tersebut membuat Harbolnas berkembang dari momentum promosi perdagangan elektronik menjadi kegiatan yang mencakup bagian lebih luas dari ekonomi digital.

Pemerintah juga menempatkan Harbolnas sebagai salah satu momentum untuk mendorong aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Produk lokal tetap menjadi perhatian

Di tengah perluasan ekosistem digital, pemerintah tetap mendorong peningkatan transaksi produk dalam negeri.

Capaian produk lokal sebesar Rp16,6 triliun pada Harbolnas 2025 setara dengan sekitar 45 persen dari total transaksi Rp36,4 triliun.

Peningkatan partisipasi produk lokal menjadi penting karena perdagangan digital dapat memperluas akses pasar bagi UMKM tanpa terbatas pada wilayah geografis tertentu.

Pemerintah menyatakan penguatan ekosistem e-commerce akan didukung melalui regulasi, infrastruktur digital, serta kolaborasi antara platform, pelaku usaha, asosiasi, UMKM, dan konsumen.

Ekonomi digital menjadi konteks yang lebih besar

Target Harbolnas 2026 juga berada dalam konteks pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Pemerintah menyebut nilai ekonomi digital Indonesia telah berada di kisaran 100 miliar dolar AS pada 2025. Perubahan pola konsumsi digital juga terlihat dari perkembangan video commerce dan berbagai bentuk perdagangan berbasis platform.

Perkembangan tersebut membuat Harbolnas bukan hanya berkaitan dengan besarnya nilai transaksi selama tujuh hari penyelenggaraan.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah sejauh mana pertumbuhan perdagangan digital dapat memperluas pasar produk lokal dan memberikan manfaat kepada pelaku usaha dalam negeri.

Target belum merupakan realisasi

Angka Rp40 triliun yang diumumkan pemerintah merupakan target Harbolnas 2026, bukan transaksi yang telah tercapai.

Realisasinya baru dapat dinilai setelah penyelenggaraan Harbolnas pada 10–16 Desember 2026 selesai dan data transaksi telah dihimpun.

WartaLink membedakan target tersebut dari angka realisasi agar pembaca tidak menafsirkan Rp40 triliun sebagai transaksi yang sudah terjadi.