BANDUNG — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong lulusan perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Terbuka Wisuda Ketiga Institut Teknologi Bandung Tahun Akademik 2025/2026 pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyebut lulusan perguruan tinggi tidak hanya membawa capaian akademik, tetapi juga tanggung jawab untuk mengabdikan pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat.
Ilmu Pengetahuan Tidak Berhenti di Kampus
Brian menekankan bahwa kelulusan seharusnya menjadi awal bagi para lulusan untuk menggunakan ilmu yang telah diperoleh dalam menjawab persoalan nyata.
Dalam konteks tersebut, sains dan teknologi dipandang tidak hanya sebagai bidang akademik, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing, produktivitas, inovasi, dan pembangunan ekonomi.
Pesan tersebut sejalan dengan pernyataan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara yang menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal bagi para lulusan untuk memanfaatkan ilmu dalam menghadapi persoalan masyarakat.
ITB Luluskan 2.874 Wisudawan
Institut Teknologi Bandung mengonfirmasi bahwa Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung.
Pada periode tersebut, ITB meluluskan sebanyak 2.874 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor.
Momentum wisuda ini memperlihatkan besarnya potensi lulusan perguruan tinggi untuk berkontribusi tidak hanya melalui dunia kerja, tetapi juga melalui penelitian, inovasi, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan teknologi.
Perguruan Tinggi dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan
Dorongan agar lulusan menjadi penggerak ekonomi berbasis sains dan teknologi menunjukkan semakin kuatnya hubungan antara pendidikan tinggi dan agenda pembangunan nasional.
Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang memiliki nilai sosial maupun ekonomi.
Bagi lulusan, tantangannya tidak berhenti pada memperoleh pekerjaan, tetapi juga pada kemampuan menggunakan pengetahuan untuk menciptakan dampak.
Artikel ini melaporkan pernyataan resmi Mendiktisaintek dan informasi resmi penyelenggaraan wisuda ITB. Pernyataan mengenai peran lulusan sebagai penggerak ekonomi merupakan arah dan dorongan kebijakan, bukan ukuran langsung atas kontribusi ekonomi setiap lulusan.